Wisata Sejarah di Museum Gajah



Museum Gajah yang memiliki nama resmi Museum Nasional Republik Indonesia terletak di Jakarta Pusat, tepatnya di Jl. Merdeka Barat. Museum ini lebih populer dengan nama Museum Gajah karena terdapat patung gajah di halamannya. Patung gajah itu sendiri adalah pemberian Raja Chulalongkom dari Thailand pada tahun 1871. Kemudian pada tahun 1979, nama museum ini resmi menjadi Museum Nasional Republik Indonesia.

Museum Gajah

Patung Gajah Yang Berdiri Di Depan Museum Gajah

Sejarah Museum Gajah

Jika merujuk pada sejarah, museum ini diresmikan pada tahun 1868 oleh Persatuan Kesenian dan Ilmu Pengetahuan Batavia. Namun demikian, sebetulnya museum ini sudah ada sejak tahun 1778 saat pembentukan Bataviaasch Genootschap Van Kunsten en Wetenschappen atau kini menjadi Lembaga Kebudayaan Indonesia. Tidak heran jika dikatakan Museum Gajah merupakan museum tertua yang ada di Asia Tenggara.

Koleksi Museum Gajah

Museum gajah tidak hanya sarat dengan sejarah, namun juga lengkap dalam hal kepemilikan koleksi. Tercatat, tidak kurang dari 141.000 koleksi yang dimiliki museum ini. koleksi-koleksi benda tersebut terdiri dari koleksi prasejarah, arkeologi, keramik, numistik-heraldik, sejarah, etnografi dan geografi. Di sinilah letak pentingnya Museum Gajah sebagai sarana untuk melestarikan kekayaan budaya bangsa Indonesia.

Gambar Museum Gajah

Museum Gajah

Melalui berbagai peninggalan yang ada di museum ini, kita menjadi tahu dan yakin bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang memiliki sejarah panjang, memiliki sikap dan karakter kebangsaan yang jelas dan sebuah bangsa yang memiliki visi yang baik. Hal tersebut dapat dilihat dari peninggalan sejarah seperti artefak, fosil, menhir, arca kuno, senjata purba dari berbagai daerah, prasasti dan sebagainya.  

Ada yang mengatakan, museum ini sebagai museum arca. Hal itu wajar, lantaran museum ini selain memiliki jumlah arca yang banyak, arca tersebut juga memiliki nilai sejarah yang tinggi. Sebut saja arca yang bernilai sejarah tinggi seperti arca Hindu tertua di Nusantara, yaitu Wisnu Cibuaya yang berasal dari abad ke-4 masehi. Ada juga arca Budha tertua di Nusantara, berupa arca Budha Dipangkara yang terbuat dari perunggu. Ada juga arca Ganesha dari Candi Banon.

Museum Gajah

Saking Banyaknya Koleksi Arca di Museum Gajah, Maka Museum Ini Dikenal Juga Dengan Museum Arca

Selain arca, koleksi yang menarik adalah patung Bhairawa yang tingginya mencapai 414 cm. Patung ini merupakan patung tertinggi yang ada di Museum Gajah. Menurut kepercayaan Budha, patung ini adalah perwujudan Boddhisatwa atau pancaran Budha di Bumi. Patung yang berupa laki-laki ini berdiri di atas deretan tengkorak. Tangan kirinya memegang sebuah cangkir yang juga terbuat dari tengkorak. Adapun tangan kanannya memegang sebilah keris pendek. Patung yang ditemukan di Sumatera Barat ini diperkirakan berasal dari abad ke-13 atau ke-14.

Untuk mengunjungi Museum Gajah, Anda dapat berkunjung dari Selasa sampai Jumat pukul 08.00 wib s/d pukul 16:00 wib atau hari Sabtu dan Minggu dari pukul 08:00 wib s/d 17:00 wib. Adapun hari senin dan hari besar nasional, museum ini ditutup. Untuk tiket masuk museum gajah, pengunjung dikenakan biaya sebesar Rp. 5.000, dan anak-anak sebesar Rp. 2.000. Sangat murah bukan? Tidak sebanding dengan koleksinya yang menghimpun kekayaan budaya Nusantara dari seluruh pelosok negeri.

Menuju Museum Gajah

Untuk menuju museum yang terletak di Jl. Merdeka Barat No. 12 ini cukup mudah. Bisa diakses menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Jika menggunakan kendaraan umum, paling mudah menggunakan TransJakarta sebagai trasportasi favorit warga ibu kota. Dengan menggunakan TransJakarta, Anda dapat berhenti di shelter Monas kemudian berjalan kaki menuju Museum Gajah. Selain menggunakan TransJakarta, pilihan lainnya adalah menggunakan taksi, bus umum, maupun bajai. Selamat berwisata! (sk)

Share this post:

Related Posts

Leave a Comment