Wisata Budaya di Taman Sari Yogyakarta



Taman Sari Yogyakarta adalah satu tempat wisata di Jogja yang banyak dikunjungi oleh wisatawan. Yogyakarta memang dikenal sebagai surganya wisata budaya. Salah satu tempat yang tidak boleh dilewatkan untuk menikmati wisata budaya tentunya Taman Sari Yogyakarta.

Secara umum kompleks Taman Sari dapat dibagi menjadi empat bagian. Pertama, danau buatan yang terletak di sebelah barat. Selanjutnya adalah bangunan di antaranya Pemandian Umbul Binangun yang ada di sebelah selatan danau buatan.Bagian ketiga Pasarean Ledok Sari dan Kolam Garjitawati yang terdapat di sebelah selatan Pemandian Umbul Binangun. Terakhir adalah bagian yang terdapat di sebelah timur danau buatan terus meluas sampai tenggara komplek Magangan.

Taman Sari Yogyakarta

Taman Sari Yogyakarta (foto:Perry Tak)

Pada masanya, bagian pertama merupakan bagian utama kompleks Taman Sari. Tempat ini konon, dulu merupakan tempat yang paling eksotis. Setidaknya begitulah dari bukti peninggalan sejarah berupa lukisan yang dibuat tahun 1859. Pada bagian pertama ini terdapat danau buatan yang disebut segaran yang artinya laut buatan. Di sini juga terdapat Gedung Kenongo yang posisinya berada di tengah segaran. Gedung ini merupakan gedung tertinggi sehingga keseluruhan Taman Sari Yogyakarta dapat dilihat dari sini.

Taman Sari yang masuk sebagai cagar budaya dunia dibangun sekitar tahun 1700-an. Sempat hancur dan tidak dibuka untuk umum ketika akibat serangan pasukan Inggris kisaran tahun 1800-an. Taman yang dibangun pada masa Sultan Hamengkubuwono I ini dibuka kembali pada tahun 1970-an. Walaupun bangunannya tua dan sebagian sudah tidak utuh lagi, Taman Sari tetap menyimpan keelokan dan nilai tinggi sebuah wisata budaya. Tidak heran, turis mancanegara pun banyak yang mengunjungi tempat ini. (Baca Juga: Daftar Tempat Wisata di Jogja Paling Lengkap)

Gerbang masuk komplek Taman Sari disebut gedong panggung yang juga merupakan tempat para penjaga melakukan tugasnya. Di sini juga terdapat ruangan yang digunakan penjaga melakukan semedi. Memasuki ruangan ini harus menunduk. Sengaja demikian, dimaksudkan agar siapapun yang memasukinya harus senantiasa rendah hati dan tidak sombong.

Menyusuri area sebelah dalam, wisatawan akan menemukan gedung-gedung kecil yang terpisah-pisah. Itulah yang disebut Gedong Sekawan. Bangunan ini digunakan sebagai tempat bermain atau istirahat putri-putri raja dan selir-selir raja. Di tempat ini pula putri-putri raja melakukan berbagai aktifitas seperti mengecat kuku dan perawatan tubuh lainnya.

Taman Sari Yogyakarta

Taman Sari Yogyakarta (foto:goesholiday.com)

Purna berkeliling di Gedong Sekawan, dengan menuruni sebuah tangga wisatawan akan memasuki tempat pemandian. Di sini terdapat tiga tempat pemandian di mana yang paling utara adalah tempat pemandian putri-putri raja atau disebut Umbul Muncar. Di sini juga terdapat sebuah ruang ganti yang bentuknya sekilas seperti gerbang. Selanjutnya tempat pemandian selir raja yang disebut Umbul Kuras dan tempat pemandian raja yang disebut Umbul Binangun.

Tidak seperti dua tempat pemandian sebelumnya yang lebih sederhana, Umbul Binangun dibuat dengan fasilitas yang serba wah. Untuk memasuki Umbul Binangun, wisatawan harus melewati gerbang yang bermenara. Wisatawan juga akan mendapatkan sebuah ruang ganti lengkap dengan loker-loker bajunya. Di sini juga terdapat ruang sauna sebagai tempat mandi raja yang biasanya ditemani oleh selir terpilih. Selain itu terdapat kaca paes yang digunakan untuk bercermin dengan medium air. Ingat, saat itu belum ada kaca cermin loh…

Banyak bangunan dan tempat menarik yang terdapat di Taman Sari Yogyakarta ini. Satu bangunan yang paling menarik adalah sebuah masjid bawah tanah yang dulu digunakan oleh keluarga raja untuk beribadah. Bangunan ini memang didisain memiliki tata suara yang baik. Sehingga suara imam yang memimpin salat dapat terdengar dengan jelas ke segala penjuru.

Menuju Taman Sari Yogyakarta

Menuju Taman Sari Yogyakarta tidak terlalu rumit. Dari keraton Yogyakarta bisa ditempuh dengan berjalan kaki sekitar lima belas menit. Dari pintu masuk keraton, belok ke kiri melewati tempat penjual cinderamata. Kemudian belok kiri di pertigaan Pasar Ngasem. Lurus terus sampai menemukan perempatan kemudian belok kanan. Dari sana sudah terdapat plang penunjuk jalan, jaraknya pun sudah dekat.

Jika ingin lebih cepat sampai bisa menggunakan becak dengan tarif yang cukup murah, sekitar Rp. 15.000 sampai di lokasi. Untuk tiket masuk ke Taman Sari Yogyakarta ini dikenakan sebesar Rp. 3000 untuk wisatawan domestik dan Rp. 7000 untuk wisatawan mancanegara. Selamat berwisata! (sk)


Share this post:

Related Posts

Leave a Comment