Tempat Wisata di Jawa Barat Berdasar Wisata Budaya



Tempat wisata di Jawa Barat sebagaimana kita tahu, sangat banyak dan beragam. Dalam kesempatan ini, panduanwisata.net akan memandu Anda ke beberapa tempat wisata di Jawa Barat yang berbasis budaya.

Situs Batujaya

Situs Batujaya Tempat Wisata di Jawa Barat

Candi Balndongan, Candi Jiwa, dan Segaran di Situs Batujaya

Situs Batujaya merupakan lokasi wisata budaya yang cukup fenomenal di tanah Jawa Barat. apa pasal? Tempat wisata di Jawa Barat berbasis budaya ini ditengarai berasal dari kerajaan Tarumanegara, salah satu kerajaan tertua yang ada di Nusantara. Berdasarkan penelitian, umur tertua situs ini bisa berasal dari abad ke-2 masehi. Situs ini terbentang sejauh 5 km persegi di tengah persawahan. Siapa sangka, di rimbunnya padi, terdapat sebuah peninggalan sejarah yang teramat sangat berharga.

Situs ini berlokasi di desa Segaran kecamatan Batujaya dan desa Telagajaya kecamatan Pakisjaya, Karawang. Penelitian di tempat bersejarah ini sudah dimulai dari tahun 1975, hingga tahun 2000 penelitan masih dilakukan dengan kesimpulan telah ditemukan 24 situs yang tersebar di desa Segaran dan Telagajaya. Sebagian situs bahkan berada di bawah pemukiman penduduk. Ternyata negara yang kita cintai ini memiliki titik tolak sejarah yang sangat panjang. Tugas kita lah untuk mengetahui dan melestarikannya agar tidak terjadi amnesia jati diri bangsa.

Kampung Naga

Kampung Naga merupakan salah satu tempat wisata di Jawa Barat berbasis budaya. Kampung Naga merupakan salah kawasan yang masih memegang teguh adat leluhur. Terletak di wilayah desa Neglasari, kecamatan Salawu, kabupaten Tasikmalaya, Kampung Naga terlihat sangat asri dari ketinggian. Letaknya berada di sebuah lembah, dengan hutan keramat di sebelah barat, hamparan sawah di sebelah selatan, dan aliran sungai Ciwulan di sebelah utara dan timur.

Kampung Naga Tempat Wisata di Jawa Barat

Kampung Naga Sebagai Salah Satu Tempat Wisata Budaya di Jawa Barat (foto: Nanang Pudjo Bintoro at panoramio.com)

Penduduk Kampung Naga hingga sekarang masih mempertahankan kearifan lokal yang diwariskan leluhur mereka baik dalam hal berpakain, menjaga lingkungan, bercocok tanam, terutama menyaring informasi luar yang dapat merusak jati diri kampung mereka. Sebenarnya Kampung Naga bukan merupakan desa wisata, bahkan beberapa orang kepala adatnya tidak mau aktifitas mereka dipertontonkan kepada khalayak. Namun itulah, keindahan, keasrian, kedamaian Kampung Naga ini begitu menggoda bagi siapapun yang datang.

Candi Cangkuan

Candi Cangkuan disebut para ahli sebagai warisan dari abad ke-8 masehi. Terletak di desa Cangkuang, kecamatan Leles, kabupaten Garut, candi ini terletak di Pulau Panjang yang dikelilingi oleh Situ Cangkuang. Nama candi ini diambil dari nama desa di mana candi tersebut berada. Candi ini ditemukan terakhir kali pada tahun 1966 berdasarkan buku yang ditulis seorang warga Belanda bertahun 1893.

Selain bangunan candi, di pulau panjang juga terdapat sebuah makam yang dipercaya sebagai tokoh penyebar agama Islam dari kesultanan Mataram Islam. Ditemukan pula kitab-kitab tulisan tangan yang terbuat dari kulit kayu pohon saeh. Kitab-kitab tersebut sekarang tersimpan di museum Situs Cangkuang. Tidak jauh dari posisi makam berada. Untuk menuju lokasi ini, dapat menggunakan bus tujuan Garut dan berhenti di alun-alun Leles. Dari sana, perjalanan dilanjutkan menggunakan ojeg atau delman. Jika Anda siap berjalan kaki sejauh 3 km, Anda bisa mengambil pilihan ini.

Keraton Kasepuhan

Keraton Kasepuhan merupakan salah satu tempat wisata di Jawa Barat berbasis budaya yang sangat layak untuk dikunjungi. Terletak di pusat kota Cirebon, keraton ini sangat kental dengan masa kejayaan kesultanan di Cirebon. Keraton yang dibangun sekitar abad ke-15 ini ditengarai sebagai keraton tertua yang ada di Cirebon. Mengunjungi keraton ini, wisatawan dapat melihat berbagai benda pusaka dan koleksi lukisan kerajaan. Salah satu koleksi yang paling menyedot perhatian pengunjung adalah kereta Singa Barong yang merupakan kereta kencana Sunan Gunung Jati.

Situs Gunung Padang

Situs Gunung Padang semakin hari semakin menjadi buah bibir baik di kalangan akademisi maupun masyarakat biasa. Betapa tidak, jika prediksi para peneliti benar, situs purbakala ini berasal dari masa 11.000 tahun yang lalu atau sudah ada sejak jaman Es. Konon, situs yang ada di gunung padang ini ukurannya juga lebih besar daripada piramida yang ada di Mesir. Kontreversial memang. Namun jika hal itu benar tentu akan merubah peta sejarah asal usul bangsa-bangsa yang ada di dunia. (Baca Juga: Tempat Wisata di Jawa Barat Yang Wajib Dikunjungi)

Mengunjungi situs yang terletak di Gunung Padang Cianjur ini, wisatawan memang hanya dapat menyaksikan batu-batuan berbentuk balok yang menyembul dari permukaan tanah.  Situs ini masih meninggalkan sejumlah misteri. Mungkin butuh puluhan tahun untuk membongkar seluruh misterinya. Namun hal itu tidak mengurangi eksotisme situs Gunung Padang sebagai salah satu peninggalan dari jaman Megalitikum. Selamat berwisata!

Share this post:

Related Posts

Leave a Comment