Tangkuban Perahu, Ikon Wisata Masyarakat Sunda



Tangkuban Perahu merupakan salah satu destinasi wisata alam yang tidak boleh dilewatkan ketika berkunjung ke kota kembang. Tangkuban perahu merupakan gunung yang berada di sebelah utara Bandung yang bentuknya seperti perahu terbalik. Tangkuban sendiri artinya terbalik. Gunung tangkuban perahu tidak pernah sepi dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah termasuk dari mancanegara.

Tangkuban Perahu

Wisata Tangkuban Perahu (foto:mygetinfo.com)

Indonesia memang kaya dengan wisata alam, bukan hanya pantai, gunung pun menawarkan pesona eksotis yang sayang untuk dilewatkan. Tangkuban perahu, dengan udaranya yang sejuk, rata-rata sekitar 17 derajat Celcius di siang hari, rimbunan pohon yang mengelilingi kawasan kawah, ditambah kabut tipis yang menyelimutinya memberi kesan mendalam tentang keindahan ciptaan Tuhan di bumi Parahyangan.

Gunung Tangkuban Perahu sebetulnya adalah salah satu gunug api yang masih aktif yang terdapat di Jawa Barat. Dalam sejarahnya, gunung dengan ketinggian 2.084 m ini terbentuk dari aktifitas letusan berulang Gunung Api Sunda di jaman prasejarah. Setidaknya, dalam dua abad terakhir tercatat gunung ini pun mengalami beberapa kali letusan yaitu pada tahun 1989, 1846, 1862, 1887, 1896, 1910, dan 1929.

Setidaknya terdapat sembilan kawah di Tangkuban Perahu, namun yang paling banyak dikunjungi di antaranya Kawah Upas, Kawah Domas, dan kawah terbesar dan paling banyak dikunjungi yaitu Kawah Ratu. Akses ke Kawah Ratu lebih mudah karena kendaraan dapat langsung diparkir di dekat kawah. Namun untuk mengunjungi kawah lainnya, wisatawan perlu berjalan kaki untuk menikmati keindahannya.

Kawah Ratu tangkuban perahu

Kawah Ratu Tangkuban Perahu

Ketika panduanwisata.net mengunjungi tempat ini, udara segar khas pegunungan meresap menembus tulang. Mengunjungi tempat ini memang sebaiknya menyiapkan pakaian yang cukup tebal dan hangat. Namun demikian, ternyata pemandangan alam yang indah sangat menggoda untuk diabadikan di balik lensa kamera. Walhasil, kegiatan foto-foto pun menjadi agenda yang tidak luput dilakukan. Jika ingin berjalan-jalan di sekitar Kawah Ratu, wisatawan dapat menggunakan jasa penyewaan kuda atau berjalan kaki. Setidaknya dibutuhkan waktu satu jam untuk mengelilingi kawah yang seperti mangkuk besar ini.

Selain wisata alam berupa pemandangan, Tangkuban Perahu juga menghadirkan potensi wisata keanekaragaman flora dan fauna. Tanaman seperti Puspa, Pasang, Kihiur, Jamuju, Rengas, Saninten dapat ditemukan di sini. Selain itu, hewan seperti harimau dan lutung masih ada di tempat wisata yang juga sarat dengan legenda ini. (Baca Juga: Tempat Wisata di Bandung; Dari Sejarah hingga Fashion)

Untuk mencapai kawasan wisata Tangkuban Perahu sangat mudah, bisa menggunakan kendaraan umum atau kendaraan pribadi. Bagi wisatawan dari luar kota, bisa keluar di tol Pasteur, selanjutnya melewati Sukajadi, Setiabudi, dan terus melewati daerah Lembang. Dapat juga keluar di pintu tol Padalarang. Jika melalui jalur ini, wisatawan harus menempuh rute Cimahi, Cisarua, dan bertemu dengan pertigaan Jl. Raya Lembang. Kendaraan dapat diparkir di sekitar Kawah Ratu, sehingga wisatawan dapat langsung menikmati keindahan Tangkuban Perahu.

Tiket Wisata Tangkuban Perahu

Tiket wisata Tangkuban Perahu dikenakan berbeda bagi wisatawan lokal dan wisatawan asing. Perbedaannya sendiri tidak terlalu jauh. Berikut adalah harga tiket bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke tempat ini.

Jasa Wisata

Tarif

Wisatawan lokal Rp. 13.000,00
Kendaraan roda dua (lokal) Rp. 5.000,00
Kendaraan roda empat (lokal) Rp. 10.000,00
Kendaraan roda enam (lokal) Rp. 20.000,00
Wisatawan mancanegara Rp. 50.000,00
Kendaraan roda dua (mancanegara) Rp. 7.000,00
Kendaraan roda empat (mancanegara) Rp. 15.000,00
Kendaraan roda enam (mancanegara) Rp. 25.000,00

Tidak jauh dari kawasan Gunung Tangkuban Perahu, terdapat tempat wisata lain yang patut untuk dikunjungi yaitu Ciater. Sebuah pemandian air panas dengan suasana khas pegunungan. Di edisi selanjutnya, panduanwisata.net akan memandu Anda mengunjungi tempat wisata ini. (SK)

Share this post:

Related Posts

Leave a Comment