Museum Bank Indonesia, Museum Unik Sajian Menarik



Museum Bank Indonesia merupakan salah satu museum yang menyimpan sejarah panjang terkait perkembangan bangsa terutama dalam hal perdagangan dan pengelolaan keuangan. Di negara kita, museum memang belum terlalu familiar di kalangan masyarakat. Animo masyarakat untuk mengunjungi museum berbeda dengan animonya untuk mengunjungi wahana wisata seperti pantai, gunung, ataupun wisata berteknologi. Tidak jarang museum pun menawarkan tiket super murah untuk menarik minat pengunjung.

Museum Bank Indonesia

Suasana Di Dalam Museum Bank Indonesia (foto:pegipegi.com)

Padahal, jika menengok negara-negara maju, museum mendapat posisi yang terhormat sebagai arsip berharga perjalanan sejarah sebuah bangsa. Tidak sedikit ilmu pengetahuan yang diperoleh dari hadirnya museum. Oleh karena itulah, di tengah hiruk pikuk bangsa yang belum melek museum, Museum Bank Indonesia menawarkan sebuah petualangan unik bagi para pengunjung.

Museum Bank Indonesia

Penggunaan Teknologi Modern di Museum Bank Indonesia (foto:beritati.com)

Jika biasanya pengunjung hanya melihat-lihat koleksi yang dipajang, kaku, bisu, tak bersuara. Di Museum Bank Indonesia pengunjung dapat menyaksikan koleksi-koleksi yang tersedia dengan lebih hidup dan lebih nyata.

Kok bisa? Ya, pengelola museum ini menggunakan teknologi tinggi untuk menyajikan koleksi yang dimilikinya. Sehingga, kesan yang muncul lebih hidup dan seolah-olah pengunjung berada di masa sejarah dimana koleksi tersebut digunakan.

Memasuki museum berlantai dua ini, pengunjung tidak perlu membayar sepeser pun karena tiketnya 100 persen disubsidi oleh negara. Pengunjung akan disajikan sebuah ruang transisi dengan teknologi playmotion. Di ruang ini, pengunjung akan diperkenalkan perjalanan mata uang yang dikenal di Indonesia sejak jaman baheula. Dengan menggunakan teknologi hologram tinggi, pengunjung dapat melihat mata uang tersebut beterbangan di hadapan mata. Mirip seperti orang yang muncul dari hologram seperti di film-film.

Selanjutnya pengunjung akan digiring menuju sebuah lorong berukuran kecil. Memasuki lorong ini, kita seperti dibawa menelusuri lorong waktu sambil menyaksikan koleksi-koleksi bersejarah yang digunakan pada jaman tersebut. Ekspedisi lorong waktu ini dimulai dari masa perdagangan rempah-rempah jauh sebelum VOC masuk ke Nusantara hingga masa pasca reformasi yang merupakan tonggak bersejarah bagi perkembangan perbankan di Indonesia.

Memasuki bagian masa perdagangan, bau rempah-rempah seketika tercium seolah-olah rempah-rempah yang ada di kapal para pedagang mengeluarkan aroma. Beberapa rempah memang dihadirkan sebagai koleksi museum. Suasananya pun dibuat sangat mirip dengan replika kapal sehingga kita berasa ada di sebuah kapal kuno yang sedang melakukan perjalan bisnis rempah-rempah.

Museum Bank Indonesia

Museum Bank Indonesia Tampak Dari Luar (foto:ensiklopediaindonesia.com)

Bagian dari lorong waktu, yang membuat tegang para pengunjung adalah ketika krisis moneter terjadi. Memasuki bagian ini, ruangan seketika didominasi warna hitam dan merah. Musik yang beritme cepat diputar membuat suasana semakin menegangkan. Telepon-telepon yang berderet berdering bersamaan tanda terjadinya kekacauan. Beberapa slide yang menceritakan peristiwa-peristiwa penting saat krisis moneter melanda ditampilkan.

Itulah beberapa cuplikan menarik yang disuguhkan Museum Bank Indonesia. Selain dengan teknologi visual, beberapa diorama tiga dimensi yang menceritakan praktek perbankan pada masa kolonial ditampilkan. Dijamin, pengunjung yang memasuki museum ini tidak akan merasa bosan. Bahkan tertarik untuk datang lagi dan lagi. Yang lebih penting, pengetahuan yang disajikan sangat berharga terutama bagi generasi muda.

Menuju Museum Bank Indonesia

Jika Anda ingin berkunjung ke Museum Bank Indonesia, rute atau transportasi yang digunakan sangat mudah dan banyak. Museum yang diresmikan tahun 2009 ini berada di Jl. Pintu Besar Utara No. 3 Jakarta Barat. Letaknya ada di depan stasiun Beos Kota atau berada di sekitar kawasan Kota Tua Jakarta. Transportasi yang paling nyaman untuk menuju tempat ini adalah menggunakan Bus TransJakarta koridor I Blok M-Kota. Atau menggunakan kereta api jika datang dari sekitar Depok, Bogor, Tangerang, maupun daerah lainnya. Selamat berwisata! (sk)

Share this post:

Related Posts

Leave a Comment