Menikmati Kemolekan Candi Kalasan



Candi Kalasan terdapat di wilayah Kalibening, desa Tirtomartini, kecamatan Kalasan, kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Candi Kalasan berjarak kurang lebih 14 km dari kota Jogja. Candi Kalasan merupakan objek wisata yang banyak diminati karena memiliki keunikan yang tidak dapat ditemukan di candi-candi lainnya. Candi Kalasan dikategorikan sebagai candi umat Budha.

Candi kalasan

Candi kalasan (foto:art-and-archaeology.com)

Sejarah Candi Kalasan merujuk pada sebuah prasasti Kalasan bertahun 700 caka, disebutkan bahwa pendirian candi ini merupakan permintaan para guru terhadap Maharaja Tejahpurana untuk mendirikan bangunan suci bagi Dewi Tara. Sebagai sebuah persembahan kepada dewi, tentu saja bangunan ini dibangun sebaik mungkin baik dalam hal meteril bangunan maupun dalam arsitekturnya.

Candi yang dibangun sekitar tahun 778 masehi ini, memiliki keunikan karena dindingnya yang dilapisi semacam semen yang memberi efek warna kuning keemasan pada dinding candi. Jika diperhatikan secara seksama, warna tersebut masih nampak di beberapa bagian candi. Hal menarik lainnya, jika menengok ke sisi timur candi, Anda akan menjumpai papan batu yang bentuknya seperti setengah lingkaran. Batu ini termasuk langka dan disebut juga batu bulan.

Candi Kalasan

Ukiran Kepala Kala di Pintu Masuk Candi Kalasan

Di setiap pintu masuk, baik di bagian utara maupun selatan terdapat hiasan berupa kepala kala. Hiasan ini cukup unik karena pada bagian jenggernya terdapat kuncup-kuncup bunga, daun, dan sulur-sulur. Hiasan singa menghiasi bagian kiri dan kanan rahang bagian atas. Selain itu, bagian atas juga dihiasi dengan pohon dewata yang konon ada di kayangan.

Candi yang dibangun pada masa dinasti Sylendra ini pada bagian atas terdapat sebuah bangunan berbentuk kubus yang diperkirakan sebagai puncak Gunung Meru dengan sekitar 52 stupa yang mengelilinginya. Candi Kalasan memiliki dasar yang berbentuk persegi berukuran 45 x 45 meter. Perkiraan ketinggian seluruhnya mencapai kurang lebih 34 meter. Walaupun candi ini memiliki empat buah pintu, namun yang bisa digunakan hanya pintu bagian timur.

Candi Kalasan memiliki banyak lekukan dengan berbagai bentuk arca yang ada di dalamnya. Namun sayang, banyak arca yang hilang maupun rusak. Di bagian dalam candi pun terdapat sebuah ruangan dengan sebuah alas yang diyakini sebelumnya merupakan tempat untuk meletakkan patung Dewi Tara. Namun sayang, patung tersebut saat ini sudah tidak ada di tempatnya.

Bagian atap candi sebetulnya terdiri dari dua tingkat. Di tingkat pertama terdapat arca Budha yang menggambarkan manusia Budha. Adapun tingkat kedua menggambarkan Yani Budha. Keunikan lainnya terdapat pada bagian kaki candi. Jika diperhatikan dengan baik, di sana terdapat sebuah djambangan sebagai perlambang kesuburan dan kebahagiaan.

Menuju Candi Kalasan

Untuk menuju candi ini cukup mudah, bisa menggunakan kendaraan umum maupun menggunakan kendaraan pribadi. Dengan kendaraan umum, bisa menggunakan bus dengan tujuan Yogya-Solo. Kemudian turun di dekat RS. Bhayangkara, dari sana bisa berjalan kaki karena jaraknya yang tidak jauh kurang lebih 50 meter.

Jika menggunakan kendaraan pribadi, jika berangkan dari Yogyakarta bisa mengambil arah timur dan mengambil rute ke Candi Prambanan. Dari jalan utama sudah ada penunjuk arah menuju Candi Kalasan. Jika sudah menemukannya, tinggal berbelok menuju Candi Kalasan. Mengunjungi candi ini tidak dikenakan tiket sepeser pun. Anda bisa berkunjung ke candi ini dari pukul 6 pagi hingga pukul 6 petang.

Setelah berkunjung ke Candi Kalasan, Anda juga bisa berkunjung ke Candi Prambanan yang letaknya memang tidak terlalu jauh dari sini. Selamat berwisata!

Share this post:

Related Posts

Leave a Comment